DPRD Cimahi Sentil Budaya Buang Sampah, Jangan Bebankan Semua kepada Pemerintah


KOTA CIMAHI || Wartapolitan.com — Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widiyatmoko, melontarkan penegasan keras terkait persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Cimahi. Menurutnya, persoalan sampah tidak akan pernah selesai jika masyarakat terus menganggap pengelolaannya sebagai urusan pemerintah semata.

Wahyu menilai pemerintah memang memiliki kewajiban menyediakan sistem, fasilitas, dan kebijakan pengelolaan sampah. Namun, kewajiban tersebut tidak berarti masyarakat bebas membuang dan menghasilkan sampah tanpa memikirkan bagaimana sampah tersebut akan ditangani.

“Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil mengurangi sampah, memilah sejak dari rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Wahyu saat dikonfirmasi media, Minggu(16/8/2026).

Wahyu mengatakan persoalan sampah harus dilihat sebagai persoalan bersama yang berkaitan langsung dengan masa depan lingkungan. Jika tidak dikendalikan sejak dari rumah tangga, volume sampah akan terus membebani sistem pengangkutan, tempat pengolahan, hingga tempat pembuangan akhir.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya menuntut pemerintah meningkatkan pelayanan persampahan, tetapi juga ikut menjalankan kewajiban dengan mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah tanpa memilah harus mulai ditinggalkan.

“Jangan setiap hari menghasilkan sampah, kemudian seluruh persoalan diserahkan kepada pemerintah. Masyarakat juga harus mengambil bagian,” ujarnya.

Wahyu juga mendukung keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Regional Legok Nangka sebagai salah satu langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah kawasan Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi.

Menurutnya, teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi volume sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

“PSEL Regional Legok Nangka menjadi salah satu upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan bagi wilayah Bandung Raya, termasuk Kota Cimahi,” katanya.

Namun Wahyu mengingatkan, PSEL bukan alasan bagi masyarakat untuk berhenti memperbaiki perilaku.

Teknologi secanggih apa pun tetap memiliki keterbatasan apabila volume sampah terus meningkat dan masyarakat tidak memiliki kesadaran untuk mengurangi serta memilah sampah.

Wahyu menegaskan penyelesaian persoalan sampah membutuhkan pembagian tanggung jawab yang jelas. Pemerintah harus memastikan sistem pengelolaan berjalan efektif, sementara masyarakat wajib mengubah pola perilaku dari tingkat rumah tangga.

Ia mendorong kebiasaan sederhana seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah organik dan anorganik, serta tidak membuang sampah sembarangan menjadi budaya di setiap lingkungan.

“Pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan petugas mengangkut sampah. Kalau dari rumah sudah tercampur semuanya, beban pengelolaan di tingkat kota akan semakin berat,” tegasnya.

Menurut Wahyu, persoalan sampah juga harus menjadi bagian dari pendidikan lingkungan bagi keluarga dan generasi muda. Kesadaran tersebut harus dibangun sejak dini agar menjaga kebersihan tidak berhenti sebagai slogan.

Wahyu optimistis Cimahi dapat menjadi kota yang lebih bersih dan berkelanjutan apabila pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan pengelolaan sampah bukan hanya seberapa cepat sampah diangkut, tetapi juga seberapa besar masyarakat mampu mengurangi sampah dan mengelolanya dari sumber.

“Cimahi yang bersih tidak akan lahir hanya dari program pemerintah. Harus ada perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah bergerak, masyarakat juga harus bergerak,” pungkas Wahyu.

Pesan DPRD tersebut menegaskan satu hal: persoalan sampah tidak akan selesai dengan menambah armada, memperluas tempat pengolahan, atau membangun teknologi baru jika budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah tidak berubah. Pemerintah memiliki kewajiban, tetapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Cimahi tetap bersih. (Angga)

Posting Komentar untuk "DPRD Cimahi Sentil Budaya Buang Sampah, Jangan Bebankan Semua kepada Pemerintah"