Seni budaya tradisional Sunda BANGKONG REANG hampir punah, kini bangkit kembali.


Cianjur ll Wartapolitan.com - Kesenian tradisional Sunda yang disebut Bangkong reang sudah lama hampir punah. Kesenian ini merupakan kesenian didaerah tatar Sunda terutama dikawasan Cianjur Selatan khususnya di kecamatan Cidaun sudah lama tidak dikenal masyarakat terutama di kalangan remaja masa kini. Namun seorang ibu rumah tangga yang usianya sudah menjelang senja namun masih energic dibidang seni tradisional , mampuh melestarikan kesenian tradisional Bangkong reang. Musik tradisional Bangkong reang ini terbuat dari bilahan bambu yang dipukulkan kesebuah alat sehingga menimbulkan suara yang bisa membuat suatu nada dan diiringi dengan alunan suara angklung dan dikolaborasikan dengan alunan suara kendang dan gong. Sehingga terjadilah alunan musik yang cukup merdu. 

Kesenian tradisional ini biasanya disajikan pada saat pesta panen dan juga pada saat acara acara tertentu dimasa lampau. Atau juga merupakan hiburan masyarakat di suatu kampung dikala menjelang sore sebagai pelepas lelah setelah melakukan aktifitas dikebun atau di ladang.

Seorang ibu rumah tangga yang bernama Iis Rohayati asal dari desa Cidamar Kecamatan Cidaun Cianjur Jawa Barat yang merupakan Ketua Sanggar seni Tunggal Cahaya Medal mengatakan "saya merasa perihatin dengan adanya kemajuan jaman terutama bagi para kaula muda di tatar Sunda ,terutama di Cianjur Selatan khususnya di Kecamatan Cidaun. Yang mana mereka bayak tidak mengetahui seni budaya Sunda khususnya seni budaya Bangkong reang.
Maka dari itu saya bersama teman teman pencinta seni mencoba mendirikan sanggar seni yang dinamai Tunggal Cahaya Medal. Anggota kelompok sanggar seni Tunggal Cahaya Medal ini baru ada 30 orang yang terdiri dari masyarakat di dua desa yaitu dari desa Kertajadi dan desa Cidamar Kecamatan Cidaun dan baru berdiri selama empat tahun.

Saya berharap terhadap para kaula muda sekarang ,bisa mengetahui dan mencintai budaya sendiri ,budaya tanah Sunda yang merupakan budaya leluhur mereka. Selain memahami menikmati juga bisa melestarikan budaya leluhur sebagai alat silaturahmi yang bisa memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa ini, sehingga mereka punya jati diri bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya berbudi pekerti, dan sadar bahwa mereka itu orang Sunda.

Walaupun sanggar seni Tunggal Cahaya Medal ini baru empat tahun berdiri setiap gelar budaya kami selalu diundang untuk tampil ,dan Alhamdulillah nanti tanggal 22 juli kami diundang oleh bupati Cianjur untuk tampil di pendopo dalam acara Helaran gelar budaya tingkat kabupaten.
Mudah mudahan kami bersama rekan rekan sehat dan bisa tampil secara maksimal dan kami ingin masyarakat Cianjur tahu bahwa kesenian tradisional Bangkong reang masih ada dan masih kami lestarikan " pungkasnya** Rahmat Effendi**

Posting Komentar untuk "Seni budaya tradisional Sunda BANGKONG REANG hampir punah, kini bangkit kembali."