Dampak Kemarau, Kurang lebih 400 warga desa Wanasari Kecamatan Agrabinta Cianjur selatan Jawabarat jadi " PREMAN " Pre Mandi.


Cianjur//Wartapolitan.com . Sesuai dengan prediksi dari BMKG bahwa beberapa daerah di Indonesia pada tahun ini 
akan mengalami kemarau panjang terutama didaerah pesisir selatan pulau Jawa. 
Seperti yang saat ini dirasakan oleh warga Cianjur selatan Jawabarat. Setelah tidak terjadinya hujan kurang-lebih sudah dua bulan hampir seluruh sumur resapan maupun sumur bor yang ada di Cianjur selatan banyak yang mengalami kekeringan. Sehingga kebutuhan air bersih buat kebutuhan masyarakat tersendat.

Kekeringan ini terjadi setiap tahun terutama disaat musim kemarau, apalagi prediksi BMKG bahwa tahun ini akan terjadi kemarau ektrem.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Wanasari Kecamatan Agrabinta Cianjur selatan Jawabarat.
Hampir seluruh sumur resapan maupun sumur bor kering . Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat patal untuk keperluan masyarakat sehari hari.

Ada kurang lebih 400 kepala keluarga atau sekitar 1200 warga saat ini resah dengan sulitnya mencari air bersih .
Seperti yang terjadi di Kampung Pasir kalapa hiji dan kalapa dua serta di Kampung Pasir Bayur Desa Wanasari Kecamatan Agrabinta, harus mencari sumber air hingga berjalan satu hingga 2 km menelusuri hutan karet untuk menuju sumur resapan. Dengan kondisi ini sering terjadi konflik dimasyarakat bahkan sering terjadi keributan akibat perebutan air bersih .

Seperti yang di tuturkan oleh salah seorang warga Kampung Pasir kalapa desa Wanasari yang bernama Handi ketika ditemui disalah satu sumur resapan di kebun karet.

Kami masyarakat saat ini terutama warga Kampung Pasir kalapa hiji dan kalapa dua serta warga kampung Pasir Bayur sekitar 400 kepala keluarga di musim kemarau ini kesulitan air bersih karena hampir semua sumur warga kering, sehingga kami dalam mencari sumber air bersih harus berjalan ke kebun karet sekitar satu hingga dua kilo meter bahkan di tempat lain bisa mencapai tiga kilo meter lebih.
Suasana seperti ini setiap tahun terjadi . Baru dua bulan saja kemarau ini sudah parah ,apalagi menurut BMKG bahwa tahun akan terjadi kemarau ektrem atau kemarau panjang. 
Banyak warga yang kesulitan air bersih apabila tidak bisa mencari ke hutan karet mereka harus beli air satu drum itu harganya 40 ribu rupiah. Kalau satu drum itu tidak cukup untuk dipakai mandi satu keluarga tidak cukup. 
Warga sering ribut bahkan pernah terjadi perkelahian ketika tidak kebagian air di sumur resapan yang ada di dalam hutan karet 
Hampir setiap tahun warga di tiga kampung ini sekitar ,400 Kepala keluarga jadi " PREMAN ". Namun preman disini bukan tindakan kriminal tetapi preman itu Pre Mandi ,kelakarnya sambi tertawa. 


Kepala Desa Wanasari Dedi Setiawan, ketika dihubungi melalui telepon seluler membenarkan kejadian tersebut. Bahkan bukan hanya di tiga kampung yang terjadi kesulitan air bersih namun hampir keseluruhan di wilayah Desa Wanasari . Karena cuaca kemarau tahun ini sangat ektrem. Namun permasalahan ini sudah sy laporkan ke Bupati melalui pak Camat, memohon bantuan pembuatan sumur bor di beberapa titik . Namun bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah bantuan pasokan air untuk warga, apakah itu menggunakan mobil tangki atau mobil Damkar dan kebetulan mobil damkar ada di kecamatan tetangga yaitu di Kecamatan Sindangbarang.** Rahmat Effendi**

Posting Komentar untuk "Dampak Kemarau, Kurang lebih 400 warga desa Wanasari Kecamatan Agrabinta Cianjur selatan Jawabarat jadi " PREMAN " Pre Mandi."