Antisipasi Karhutla,Perhutani KPH Cianjur Gelar Sosialisasi Mitigasi Perkuat Sinergi menghadapi Musim Kemarau.
CIANJUR ll Wartapolitan.com — Memasuki puncak musim kemarau, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Cianjur menggelar sosialisasi dan pemantapan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin 21 Juli 2026 ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh pihak, mulai dari petugas lapangan hingga masyarakat desa hutan, berada dalam kondisi siaga penuh.
Administratur Perhutani KPH Cianjur Herdy Indriawan membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas institusi. Menurutnya, hutan adalah benteng kehidupan yang menopang air, udara, dan keselamatan warga di hilir. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama dari hulu ke hilir agar ancaman Karhutla bisa ditekan sejak dini.
Karhutla adalah ancaman serius bagi ekosistem dan juga bagi kehidupan masyarakat. Melalui sosialisasi yang komprehensif ini, kami merumuskan delapan langkah strategis untuk meminimalkan risiko bencana sebelum terjadi, ujar Herdy di hadapan peserta.
Langkah pertama adalah menyiapkan sumber daya manusia dan pasukan khusus. Perhutani menyiagakan personel Polisi Hutan atau Polhutan yang bersinergi dengan kelompok Masyarakat Peduli Api. Tim ini ditempatkan di setiap Satuan Pelaksana dan Pos Komando Lapangan agar bisa bergerak cepat ketika ada tanda-tanda kebakaran.
Kedua, peningkatan kapasitas petugas. Seluruh anggota di lapangan mendapatkan pembekalan teknis penanganan kebakaran. Materi meliputi teknik pemadaman di medan berat, penggunaan alat secara aman, hingga prosedur evakuasi. Tujuannya agar respon di lapangan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat dan terukur.
Ketiga, inventarisasi kawasan rawan. Petugas melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik hutan yang berpotensi tinggi terbakar, terutama area dengan vegetasi kering dan berbatasan langsung dengan permukiman. Data ini menjadi dasar penempatan posko dan patroli harian selama musim kemarau.
Keempat, sosialisasi masif kepada Masyarakat Desa Hutan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan. Edukasi diberikan secara berkala agar warga memahami bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Perhutani juga mengajak warga menjadi mata dan telinga di lapangan untuk mencegah aktivitas yang bisa memicu api.
Kelima, memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Perhutani mengecek seluruh peralatan mulai dari alat pemadam tradisional, jet shooter, mobil tangki air, jaringan komunikasi lapangan, hingga sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan SiPongi. Semua perangkat ditargetkan dalam kondisi siap pakai 24 jam.
Keenam, penguatan koordinasi lintas instansi. Perhutani KPH Cianjur menjalin sinkronisasi data dan skema komando bersama BPBD Kabupaten Cianjur serta tim Pemadam Kebakaran. Dengan jalur komunikasi yang sudah disepakati, diharapkan waktu respon saat terjadi kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin.
Ketujuh, monitoring dan evaluasi pasca kebakaran. Pengawasan tidak berhenti setelah api padam. Tim akan menganalisis penyebab, menghitung dampak kerugian, dan memantau titik rawan munculnya api sekunder. Langkah ini penting agar kejadian serupa tidak berulang di lokasi yang sama.
Kedelapan, program reboisasi dan pemulihan lahan. Lahan kritis yang terdampak kebakaran akan segera dipulihkan melalui penanaman kembali pohon-pohon endemik. Tujuannya mengembalikan fungsi ekologis hutan, menjaga tata air, dan mencegah erosi di musim hujan mendatang.
Menutup kegiatan, Herdy menekankan bahwa keberhasilan mitigasi bergantung pada kolaborasi. Kami tidak bisa bergerak sendiri. Sinergi antara petugas Perhutani, BPBD, Damkar, dan partisipasi aktif Masyarakat Desa Hutan adalah kunci utama. Kami mengimbau warga segera melapor jika melihat asap atau aktivitas mencurigakan di kawasan hutan, katanya.
Sambutan positif datang dari Dadan, tokoh Masyarakat Desa Hutan yang hadir dalam sosialisasi. Ia mengaku materi yang diberikan sangat membantu warga yang tinggal di perbatasan hutan. Sekarang kami lebih paham apa yang harus dilakukan saat darurat. Kami berkomitmen menjaga lingkungan agar tidak ada pembakaran lahan yang merugikan kampung kami sendiri, ucapnya.
Dengan delapan pilar mitigasi ini, Perhutani KPH Cianjur menargetkan kelestarian hutan tetap terjaga secara berkelanjutan. Harapannya, masyarakat sekitar juga bisa merasa aman dari ancaman bencana asap dan kerusakan lingkungan sepanjang musim kemarau tahun ini.** D'ule**
Posting Komentar untuk "Antisipasi Karhutla,Perhutani KPH Cianjur Gelar Sosialisasi Mitigasi Perkuat Sinergi menghadapi Musim Kemarau."