Sinergi Pengembangan Energi Bersih dan Pelestarian Ekosistem di Kawasan Cipanas


CIANJUR ll Wartapolitan – PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) memperkuat langkahnya dalam mendukung kemandirian energi nasional melalui pengembangan potensi panas bumi yang ramah lingkungan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Melalui pendekatan sains, kepatuhan regulasi, serta koordinasi lapangan yang intensif, DMGP memastikan seluruh tahapan operasional berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan serta perlindungan ekosistem lokal.
Proyek ini merupakan penugasan resmi negara melalui Keputusan Menteri ESDM No. 2778 K/30/MEM/2014. Seluruh tahapan perizinan telah diselesaikan DMGP dengan mengedepankan transparansi. Selama tiga tahun terakhir, jalinan komunikasi konstruktif terus dilakukan melalui sosialisasi bertahap bersama pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat guna memastikan setiap tahapan operasional berjalan selaras.

Pengembangan panas bumi di Cipanas memiliki potensi energi mencapai 125 MW. dari dengan area kerja yang digunakan mencakup sekitar 11 ha untuk tahap eksplorasi awal (PSPE). Pemanfaatan lahan yang sangat minimal ini—hanya mencakup sekitar 0,02% dari total kawasan konservasi—memungkinkan fungsi hutan dan keasrian alam di kaki Gunung Gede Pangrango tetap terjaga dengan optimal.
Humas PT DMGP, Imron Rosyadi menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap standar teknis dan sosial adalah prioritas utama perusahaan. 

“Setiap tahapan proyek, mulai dari mobilisasi alat hingga pemantauan getaran, dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi bersama pemangku kepentingan setempat. Kami memastikan bahwa kegiatan operasional tidak mengganggu aktivitas harian warga maupun produktivitas lahan pertanian,” ungkapnya.
Jaminan Keamanan Geologi dan Stabilitas Gunung Api
Dari sisi teknis, para pakar dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) menegaskan bahwa aktivitas panas bumi memiliki risiko geologi yang rendah. Pakar geologi Unpad, Dr. Ir. Dewi Gentana, MM, menjelaskan bahwa pengambilan uap tidak akan memicu gempa yang merusak karena energi yang terlibat jauh lebih kecil dibandingkan gempa tektonik alami. 

"Sistem reinjeksi yang diterapkan berfungsi menjaga kestabilan tekanan di bawah permukaan tanah, sehingga operasional panas bumi dengan menggunakan teknologi siklus tertutup (closed loop) tidak mengganggu kestabilan gunung api " tambahnya.

Menurut pakar vulkanologi Unpad, Prof. Dr. Ir. Nana Sulaksana, MSP, memastikan bahwa struktur Gunung Gede Pangrango tetap stabil. Pengambilan uap dilakukan melalui lubang kecil yang diperkuat pipa baja dan semen, bukan melalui penggalian besar atau pembuatan gua di dalam gunung. Untuk transparansi, DMGP juga memantau getaran tanah secara real-time melalui jaringan seismograf di sekitar wilayah operasional.
Sinergi Alam yang menjaga Air dan Keasrian Pertanian Cipanas merupakan sentra hortikultura utama yang menyuplai kebutuhan sayur-mayur nasional. Di wilayah ini, kelestarian mata air dan stabilitas suhu udara pegunungan adalah kunci utama keberhasilan panen tanaman seperti kol, wortel, dan kentang. Berdasarkan kajian geologi, sistem panas bumi bekerja dalam keselarasan dengan siklus alam tersebut.
Prof. Nana Sulaksana menjelaskan bahwa uap panas bumi yang dimanfaatkan berada di kedalaman ribuan meter, yang secara alami terpisah dari cadangan air tanah dangkal milik warga yang dipisahkan oleh lapisan batuan kedap air yang sangat tebal, sehingga air permukaan serta air tanah dangkal tidak saling berhubungan secara langsung dengan air panas bumi. Keamanan sumber air ini didukung oleh penggunaan teknologi siklus tertutup (closed-loop), di mana fluida yang telah digunakan dikembalikan sepenuhnya ke dalam bumi untuk menjaga keseimbangan volume air tanah.
Selain menjaga ketersediaan air, teknologi panas bumi berperan dalam mempertahankan kualitas lingkungan. Karena bekerja murni memanfaatkan uap alami tanpa proses pembakaran bahan bakar fosil, operasional ini tidak melepaskan panas tambahan ke atmosfer. Hal ini membuat iklim mikro Cipanas tetap sejuk dan udara tetap bersih, kondisi yang sangat krusial bagi produktivitas lahan pertanian dataran tinggi.

PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) disini sebagai anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, bagian dari Sinar Mas, yang bergerak di bidang energi terbarukan khususnya panas bumi. Salah satu wilayah yang saat ini tengah dikembangkan adalah Cipanas di Kabupaten Cianjur, yang telah ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Keputusan Menteri No. 2778 K/30/MEM/2014. DMGP berkomitmen mendukung transisi energi bersih nasional dengan menghadirkan listrik ramah lingkungan sekaligus menjalankan program CSR yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Kontak Media
Marissa Anugrah
Head of Corporate Communications
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
marissa.anugrah@dss.co.id

Pewarta: Deri Lesmana 

Posting Komentar untuk "Sinergi Pengembangan Energi Bersih dan Pelestarian Ekosistem di Kawasan Cipanas"