Ketua Sawargi Siliwangi Indonesia (SSI) Soroti oknum Kreator Yang Berkata Kasar dan Melanggar Etika Budaya


Cianjur ll Wartapolitan - Fenomena banyak oknum konten Kreator yang mengunakan bahasa kasar, kata-kata tidak etis, dan menampilkan tayangan yang dinilai tidak etik banyak disoroti dan dapat kecaman tidak hanya warganet tetapi juga berbagai kalangan Masyarakat dan juga berbagai tokoh Agama maupun Budaya.

Seperti yang dilakukan oleh oknum konten Kreator Mak Daster (atau Mama Daster), dan indung sia yang saat ini menuai kecaman dan sorotan tajam karena dalam kontennya menginjak-injak kuburan dan menendang batu nisan demi perhatian dan pingin viral.

Ketua Umum Sawargi Siliwangi Indonesia (Ketum-SSI), Dadang Rakhmat Hidayat, menyayangkan saat ini banyak oknum konten oknum konten Kreator yang mengunakan bahasa tidak pantas, tidak etis, bahkan kasar, juga mencerminkan prilaku yang tidak baik didalam konten nya. Padahal, Masyarakat Jawa Barat terkenal dengan sopan santun dalam keseharian menjalani kehidupan.

" Saat ini banyak oknum konten Kreator dari Jawa Barat (Sunda) yang mengunakan bahasa tidak pantas, bahkan berkata kasar, juga melakukan tindakan yang jelas melanggar tatanan Berbudaya." Ujar Dadang Rakhmat Hidayat pada awak media, Sabtu (7/02/2026) di sekretariat SSI

Dadang Rakhmat Hidayat menilai, Konten bahasa kasar dan tidak elok seharusnya tidak harus dilakukan oleh rekan-rekan konten Kreator. Karena saat ini media sosial bukan lagi ruang privat, melainkan sudah menjadi konsumsi publik yang banyak ditonton lintas generasi, termasuk remaja dan anak-anak.

"Ketika bahasa-bahasa kasar dan perilaku yang tidak baik dipertontonkan ini jelas perbuatan yang dipandang tidak mendidik,dan bisa sangat berdampak pada nilai-nilai budaya dan kehidupan." Tuturnya

Dampak Negatif bagi generasi muda akan terus meningkat bila para konten Kreator terus-menerus menyajikan konten dengan cara-cara yang tidak bermoral dan beretika." Jangan sampai konten toxic ini bisa anggap hal yang normal oleh para warganet usia muda," Terang Dadang .

Lebih lanjut, Dadang menekankan para Kreator membuat konten yang membangun, mendidik, dan mengedepankan etika yang sesuai dengan norma-norma Budaya Daerah maupun Budaya Bangsa Kita. Kreativitas mendidik dan beritika lebih diutamakan,jangan sampai kreativitas yang tidak ber'adab.

Dadang Menegaskan, Kritik yang ia sampaikan bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengingatkan. Sebagai Orang Sunda, Ia merasa perlu menyuarakan kritik untuk menjaga warisan budaya Sunda yang terkenal dengan sopan santun dan ramah tamah juga berbahasa yang baik. Kritik ini agar menjadi perhatian kita bersama.

" Kalau ada konten yang tidak pantas, jangan hanya ditonton. Mari kita beri masukan untuk saling mengingatkan." Ujarnya 

Mari kita bersama, masyarakat Jawa Barat menjaga identitas sebagai warga yang sopan santun dan ramah ditengah derasnya arus digitalisasi," juga pada rekan-rekan konten Kreator teruslah berkarya dan menghasilkan hiburan yang tidak melanggar norma-norma sosial maupun budaya. Kreativitas yang mendidik dan membangun dan membuat video konten yang menghibur tanpa mencederai nilai budaya bangsa," Pungkas Dadang Rakhmat Hidayat ketua umum Sawargi Siliwangi Indonesia

Pewarta: Dri

Posting Komentar untuk "Ketua Sawargi Siliwangi Indonesia (SSI) Soroti oknum Kreator Yang Berkata Kasar dan Melanggar Etika Budaya "