Diskusi Publik, Tantangan Tata Kelola di Lapangan, Evaluasi Pelaksanaan MBG di Cianjur


CIANJUR ll Wartapolitan  - Diskusi Publik, Makan Bergizi Gratis Janji Gizi, Tantangan Tata Kelola di Lapangan Evaluasi Pelaksanaan MBG Kabupaten Cianjur. Bertempat Jl. Sitibordedar kaum Tengah, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (Jumat (09/01/2026)

"Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat sipil, akademisi, media dan pemerintah daerah untuk menemukan solusi konkret dalam memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG di Cianjur. Dihadiri perwakilan dari Dinkes, Disdikpora, Dinas Pembangunan dan Pertanahan serta yang lainnya.

Perwakilan dari Disdikpora H.U. Abdul Azis, S.Pd, M.Pd, mengatakan. Alhamdulillah ini diskusi publik yang pertama saya ikuti sangat antusias, hal tersebut di sini kita bisa berbagi pengalaman, wawasan, untuk meningkatkan kualitas program MBG seperti di Kabupaten Cianjur.

"Kami dari Disdikpora sebenarnya lebih masuk ke arah penerimaan manfaat, diiringi dengan forum seperti ini bisa dikemukakan. Bagaimana terkait pelaksanaan MBG yang sering di lapangan. Sehingga hal-hal yang dianggap kurang baik, mungkin bisa kita perbaiki maupun solusi dan solusinya yang bisa disampaikan kepada pemegang kebijakan, biar MBG kita lebih bermanfaat lagi," terangnya.

Nah"misalnya nanti agar lebih antusias lagi dalam diskusi publik seperti ini dalam pembahasan terkait MBG tersebut. Hal terkait dengan MBG, dengan dataan yang hilang tanggapannya kalau salah satu dengan ada keluhan, pihak sekolah harus bertanggung jawab ketika ada peralatan yang hilang. Maka ini menjadi keluhan kami akan tetapi, sekaligus menjadi cambuk sebagai keluhan kami sendiri kalau perlu harus mengganti. 

"Pada akhirnya harus lebih berhati-hati lagi, karna mungkin ada rasa takut juga kalau harus menganti. Nah kalau ranah kebijakan sebenarnya bukan pada ranah kami, jadi apapun kebijakan dari BGN, tentang seperti apa nanti menuju dibulan Ramadan kita hanya penerima saja," ujarnya saat diwawancarai oleh beberapa media salah satunya media online infosembilannews.com

Harapan dibulan Ramadan nanti, MBG makanan tersebut bisa diberikan pada waktu yang tepat, sehingga tidak terkesan orang yang sedang berpuasa dikasih makan, jadi seperti apa modelnya itu mungkin yang perlu kita dipikirkan. Artinya mereka bisa berpuasa dengan baik tanpa terganggu hal-hal yang lain-lain.

"Sehingga walaupun sebenarnya ketika orang berpuasa beribadah itu, tidak bergantung pada makanan kalau orang yang kuat niatnya, tentunya juga niat imannya yang kuat akan berpuasa terus bagaimanapun, akan kuat tidak bisa dikilah-kilah, artinya mereka bisa berpuasa dengan baik tanpa terganggu hal-hal yang lainnya," jelas H.U. Abdul Azis.

Ditempat yang sama Kohar Ependi dari LBHC menambahkan, terkait diskusi publik mengucapkan banyak terima kasih barangkali kami dari LBH dan RBUCdengan adanya diskusi publik berkenaan dengan evaluasi, pelaksanaan entitasnya di Kabupaten Cianjur. Tentu kami sangat konsen terhadap MBG ini, karena memang berbagai hal atau berbagai kejadian terjadi baik itu tentang dimakanannya keracunan, kemudian tentang MBG ada isu ditutup dengan hal yang lainnya 

"Sehingga nanti kami menungu hasil dari diskusi publik ini dengan para narasumber tentu akan kami rekomendasikan hal-hal yang dianggap positif untuk melakukan perubahan, sehingga baik itu dari tingkat Kabupaten Cianjur sendiri, dengan regulasi, yang dari pihak pak Bupati dan lain sebagainya, termasuk nanti ke MBG Pusat. Supaya layanan atau dapur SPPG ini, sebagai kepanjangan tanganan dari program makan bergizi gratis, tentunya harus sama-sama kita evaluasi kemasyarakat terutama, sekaligus juga melakukan pengawasan pengawasan," tambahnya.

Serta melaporkan apabila ada kesimpangan-kesimpangan yang memang di luar regulasi yang sudah ditentukan sebgai pemasukan kemudian kita evaluasi maupun awasi dari pengawasan-pengawasan. Sehingga masyarakat kami mendorong agar berani masyarakat itu mempermasalahkan, karna ini menyangkut nyawa manusia atau di luar regulasi yang sudah ditentukan, juga di samping masukan kita evaluasi keinginan, karna ini menyangkut anak-anak maupun putra-putri kita.

"Dan ini juga menyangkut jangka panjang, yang masih regulasi dan lain sebagainya masih minim terkait MBG. Oleh karena itulah kami mengevaluasi dengan diskusi ini. Sehingga terjadi masukan-masukan diskusi publik ini, kami akan membuka posko layanan pengaduan daripada masalah-masalah terkait MBG ini. Jadi nanti akan ada hadlen dengan para media," pungkasnya. (Dedi-Rjy)

Posting Komentar untuk "Diskusi Publik, Tantangan Tata Kelola di Lapangan, Evaluasi Pelaksanaan MBG di Cianjur"