Kampus Pariwisata Pertama di Cianjur-Membawa Standar Pendidikan Pariwisata Internasional dari Bali,"Sebuah Pilihan Masa Depan Bagi Generasi Muda Cianjur,".
Cianjur ll Wartapolitan.com // Rencana Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Denpasar untuk membuka Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Cianjur merupakan pintu masuk bagi anak muda Cianjur mengakses pendidikan tinggi pariwisata tanpa harus jauh-jauh ke Bali.
PSDKU sendiri adalah program studi yang diselenggarakan di kabupaten/kota yang tidak berbatasan langsung dengan kampus utama, sehingga secara konsep memang dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas ke daerah.
Dalam audiensi di Ruang Rapat Bupati Cianjur, Kamis (24/9/2026), jajaran IPBI Denpasar yang diwakili oleh Profesor Denok Lestari, P.hd sebagai Wakil Rektor 1 IPBI Denpasar Bali, didampingi oleh Dr. Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd. sebagai Wakil Rektor 4, Prof. Dr. Drs. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A sebagai Dekan Fakultas Pariwisata & Bisnis, dan Dr Putu Eka Wirawan, SST.Par. M.Par sebagai Dekan Fakultas Vokasi IPBI Denpasar Bali.
Profesor Denok Lestari, P.hd menjelaskan bahwa rencana ini awal mula adalah komunikasi dari pencetus ide PSDKU dari Cianjur yaitu Bapak Hadi Sutrisno sebagai Tenaga Ahli Bupati Cianjur dengan didukung penuh oleh Bapak Tulus Budiyono dan Bapak Dr. H Dadang Sufianti dalam rangka mendukung Program Pak Bupati Cianjur dalam pengembangan kepariwisataan Cianjur dan Sumber Daya Pariwisata yang kompeten yang mempunyai daya saing tinggi sehingga dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur dari sektor Pendidikan dan Daya Beli.
PSDKU IPBI Denpasar Bali ini juga diarahkan untuk membuka akses pendidikan tinggi di bidang pariwisata dan bisnis di Cianjur.
Selain itu, Profesor Denok Lestari P.hd juga menyebutkan bahwa IPBI Bali telah mendapat dukungan LLDIKTI Wilayah VIII Bali dan Nusa Tenggara Barat untuk membuka kelas di luar Bali, sekaligus memohon surat rekomendasi dari Pemkab Cianjur agar proses administrasi pendirian PSDKU berjalan lancar.
“Pihak IPBI Bali juga memohon dukungan serta surat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Cianjur guna mendukung kelancaran proses administrasi pendirian PSDKU," kata Profesor Denok Lestari P.hd.
Di sisi pencetus ide pendirian Perguruan Tinggi Pariwisata pertama di Cianjur ini, H. Dadang Sufianto yang didampingi Tulus Budiyono dan Hadi Sutrisno menegaskan bahwa rencana ini juga mendapat dukungan dari LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat.
Dadang Sufianto juga menyoroti bahwa selama ini pendidikan pariwisata di Cianjur lebih banyak tersedia pada jenjang SMK dan lembaga pelatihan kursus, sehingga kehadiran PSDKU IPBI Bali diharapkan menambah pilihan pendidikan tinggi pariwisata di kabupaten tersebut.
“Mengingat saat ini pendidikan pariwisata di Cianjur lebih lebih banyak tersedia pada jenjang sekolah menengah kejuruan dan lembaga pendidikan serta pelatihan," ujar Dadang Sufianto.
Menanggapi hal itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Asda 2, H. Komarudin dan Kepala Disbudpar Yudha Azwar, menyambut baik rencana ini dan melihatnya sebagai peluang bagi generasi muda Cianjur untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan pariwisata yang lebih luas, mulai dari pengelolaan hingga pengembangan sektor pariwisata sesuai dengan salah satu program prioritas Bupati dalam mewujudkan Cianjur Berjaya dan Maju melalui sektor Pariwisata Cianjur yang dapat menjadi trigger sektor lainnya bergerak dalam meningkatkan perekonomian dan daya beli masyarakat Cianjur.
Bupati juga menyampaikan bahwa rencana dan ide pendirian perguruan tinggi Pariwisata yang berkualitas di Cianjur sudah dibahas sebelum penetapan dan pelantikan Bupati Cianjur.
Bupati bahkan berharap pengalaman Bali dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Bali dapat menjadi nilai positif yang dapat diterapkan di Cianjur, sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan budaya global.
“Saya juga berharap pengalaman Bali dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan dapat menjadi nilai positif yang dapat diterapkan di Cianjur, sekaligus memperkuat karakter generasi muda di tengah perkembangan budaya global," tutur Bupati Cianjur.
Secara praktis, langkah ini sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan tinggi, karena PSDKU memungkinkan mahasiswa belajar program studi yang sama dengan kampus utama,standar kualitas pendidikan yang sama, peluang yang sama,hanya lokasinya yang berbeda.
"Bagi Cianjur yang sedang menata sektor pariwisatanya, kehadiran kampus pariwisata berstandar Bali bisa menjadi katalisator untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membuka jalur karier di industri perhotelan dan pariwisata dalam negeri maupun ke luar negeri, serta mendorong pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif lokal," jelas Bupati Mohammad Wahyu Ferdian.
Komitmen Pemkab Cianjur untuk memberikan dukungan penuh sesuai ketentuan yang berlaku menjadi sinyal kuat bahwa rencana ini bukan sekadar wacana. Jika proses rekomendasi, perizinan, dan penyiapan fasilitas berjalan baik.
Untuk itu, tentunya Cianjur bisa segera memiliki “Kampus Pariwisata berstandar Internasional-Pilihan Cerdas Bagi Masa Depan Generasi Muda Cianjur” yang menghubungkan semangat pendidikan Bali dengan potensi wisata lokal adalah sebuah terobosan yang relevan bagi pemuda yang ingin kuliah dekat rumah, tetapi dengan kualitas dan jaringan yang terbuka ke tingkat nasional bahkan internasional.
( Tma)
Posting Komentar untuk "Kampus Pariwisata Pertama di Cianjur-Membawa Standar Pendidikan Pariwisata Internasional dari Bali,"Sebuah Pilihan Masa Depan Bagi Generasi Muda Cianjur,"."