Ketum BPI KPNPA RI: Sumbar Butuh Jaksa Berani, Dedie Sosok yang Tepat


Padang ll Wartapolitan.com – Kinerja Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Dedie Trihadi, mulai mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan. Sejak resmi dilantik pada 29 April 2026, Dedie dinilai langsung menunjukkan gebrakan nyata dalam penegakan hukum, khususnya melalui penguatan Tim Tangkap Buronan (Tabur) Burung Hantu Kejati Sumbar yang berhasil mengamankan sejumlah buronan kasus hukum.

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai rekam jejak Dedie selama berkarier di Korps Adhyaksa menjadi alasan kuat mengapa masyarakat menaruh harapan besar terhadap kepemimpinannya di Sumatera Barat.

"Tangan dingin Dedie mulai diperhitungkan sejak beliau menjabat Kajari Batam hingga menjadi Wakajati NTB. Beliau berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi besar. Saat ini kita membutuhkan sosok jaksa yang berani membongkar kasus-kasus besar di Sumatera Barat," ujar Rahmad Sukendar yang akrab disapa Kang Tebe. Selasa (26/6).

Menurut Rahmad, sosok Dedie dikenal sebagai jaksa yang tegas, berani, dan memiliki integritas tinggi. Karakter tersebut dinilai sejalan dengan semangat penegakan hukum yang selama ini digaungkan oleh ST Burhanuddin.

"Kami melihat beliau sebagai figur penegak hukum yang tidak banyak bicara, tetapi bekerja nyata. Dedie adalah sosok jaksa yang berani dan tegas. Karakter seperti ini sangat dibutuhkan untuk membongkar berbagai kasus korupsi yang merugikan negara dan masyarakat," tegasnya.

Rahmad mengapresiasi langkah awal Kejati Sumbar yang berhasil menangkap sejumlah Daftar Pencarian Orang (DPO) yang selama bertahun-tahun menghindari proses hukum. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kejati Sumbar serius menegakkan supremasi hukum tanpa kompromi.

Namun demikian, Rahmad menegaskan bahwa masyarakat kini menunggu langkah yang lebih besar, yakni pengungkapan kasus-kasus korupsi strategis yang selama ini menjadi perhatian publik di Sumatera Barat.

"Dedie dikenal sebagai jaksa pemburu koruptor. Gebrakan awal melalui penangkapan buronan tentu patut diapresiasi. Tetapi masyarakat juga menunggu keberanian beliau untuk menyikat kasus-kasus korupsi besar yang selama ini menjadi sorotan publik," katanya.

Rahmad juga mengingatkan bahwa Dedie bukan sosok baru dalam dunia pemberantasan korupsi. Saat menjabat sebagai Kajari Batam, ia pernah menerima penghargaan BPI Award tahun 2018 atas dedikasi dan keberaniannya dalam penegakan hukum.

"Beliau pernah menerima BPI Award ketika menjadi Kajari Batam. Itu merupakan bentuk apresiasi atas integritas dan keberhasilannya dalam menangani berbagai perkara. Kami berharap pengalaman dan prestasi tersebut dapat dibawa ke Sumatera Barat," tambahnya.

BPI KPNPA RI, lanjut Rahmad, siap memberikan dukungan terhadap setiap langkah Kejati Sumbar dalam memberantas korupsi, khususnya perkara-perkara besar yang berpotensi merugikan keuangan negara serta menghambat pembangunan daerah.

"Masyarakat Sumbar berharap kehadiran Kajati baru menjadi momentum untuk membersihkan praktik korupsi tanpa pandang bulu. Jika ada kasus besar yang selama ini mandek, kami yakin Dedie mampu membuktikan kapasitasnya sebagai jaksa pemburu koruptor dan penegak hukum yang berintegritas," pungkas Rahmad Sukendar.

Dengan sejumlah capaian awal yang telah ditunjukkan, publik kini menaruh harapan besar kepada Kejati Sumbar di bawah kepemimpinan Dedie untuk menghadirkan penegakan hukum yang tegas, profesional, serta mampu menuntaskan berbagai perkara korupsi strategis yang menjadi perhatian masyarakat luas. (Mhmmd)

Posting Komentar untuk "Ketum BPI KPNPA RI: Sumbar Butuh Jaksa Berani, Dedie Sosok yang Tepat"