Ortu Siswa Geruduk Kantor Kordik!! Minta Kepsek SDN BBC 1 Dicopot
Cianjur ll Wartapolitan.com - Perwakilan orang tua siswa SDN Babakan Caringin 1 Kecamatan Karang Tengah Cianjur mendatangi kantor kordinator pendidikan ( Kordik) karang tengah Cianjur. menindak lanjuti berbagai permasalahan yang mejadi soarotan publik. Suasana Kantor Koordinator Pendidikan (Kordik) Karangtengah Cianjur mendadak berubah tegang. Selasa (21/4/2026).
Enam perwakilan orangtua/wali murid dari SDN Babakancaringin 1 selama ini tak lagi bisa dipendam. Mereka datang bukan sekadar audiensi, kedatangan mereka ini disertai surat petisi dengan empat poin tuntutan yang dibilang “menampar” tata kelola sekolah yang dinilai banyak bermasalah.
suara lantang dengan jalur resmi Ini bukan lagi bisik-bisik di belakang pagar sekolah.
Para orangtua menegaskan, persoalan yang menyangkut transparansi, kepercayaan, dan masa depan pendidikan anak-anak mereka menjadi Poin pertama yang isinya adalah dugaan ketidaksesuaian kebijakan kepala sekolah dengan harapan orangtua, khususnya terkait penggunaan uang kas. Dana yang semestinya dikelola secara terbuka justru kini dipertanyakan penggunaannya.
Uang kas digunakan untuk pembelian kabel dan lampu, disebut tanpa penjelasan rincian kepada wali murid. Transparansi yang seharusnya menjadi prinsip dasar, justru terasa seperti barang langka.
Poin kedua, suasana kantor Kordik semakin memanas. Orangtua mengaku dipaksa harus membeli seragam sekolah melalui pihak yang sudah ditertentukan. Praktik ini jelas bertentangan dengan aturan Kemendikbud yang melarang adanya pemaksaan dalam pengadaan seragam.
Bagi orangtua, ini bukan hanya soal biaya tambahan, tetapi juga soal prinsip. Sekolah, yang seharusnya menjadi tempat mendidik, malah terkesan menjadi tempat “menekan”.
“Ini bukan sekadar memberatkan, tapi juga melanggar aturan,” ungkap salah satu wali murid dengan nada kecewa yang sulit disembunyikan.
Adapun Poin ketiga dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya menjadi tulang punggung operasional sekolah itu dinilai tidak dikelola secara terbuka. Orangtua mengaku tidak pernah mendapatkan informasi jelas, terkait penggunaan anggaran tersebut.
Yang lebih ironis lagi, poin keempat disebutkan bahwa komite sekolah—yang sejatinya menjadi mitra pengawas faktanya tidak pernah dilibatkan secara aktif.
Kondisi ini semakin memperkuat kecurigaan celah korupsi dalam tata kelola yang seharusnya dijalankan secara akuntabel.
Menurut Salah satu perwakilan orangtua, AS (39), menyampaikan, sebenarnya sederhana, namun terasa berat untuk diwujudkan dalam kondisi saat ini.
Ia menginginkan adanya perubahan nyata, bukan sekadar janji.
“Harapan kami sederhana, ada perubahan ke arah yang lebih baik. Jangan sampai sekolah ini makin amburadul dan terus kehilangan kepercayaan dari masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkap fakta yang cukup mengkhawatirkan beberapa murid kini sudah mulai pindah ke sekolah lain. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan publik terhadap sekolah tersebut mulai tergerus.
Sementara itu, pernyataan lebih tegas datang dari HH (41). Ia bahkan secara terbuka mengusulkan agar kepala sekolah diganti jika memang tidak mampu memperbaiki keadaan.
“Kalau memang tidak bisa memperbaiki keadaan, ya sebaiknya diganti saja. Kami sudah menyampaikan petisi ke Kordik, dan alhamdulillah diterima dengan baik.
Katanya akan segera ditindaklanjuti,” katanya lugas.
Menanggapi hal tersebut, Kordik Karangtengah, Yusup Riadi, memilih bersikap hati-hati. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan tanpa mendengar semua pihak.
“Ini masih tahap komunikasi. Kami tidak bisa memutuskan sepihak tanpa klarifikasi dari kedua belah pihak,” jelasnya.
Yusup juga memastikan bahwa langkah lanjutan akan segera dilakukan. Ia berencana turun langsung ke SDN Babakancaringin 1 untuk mengecek kondisi di lapangan.
“Besok kami akan ke sekolah untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Jika memungkinkan, kami akan mempertemukan kedua pihak agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka dan adil,” tambahnya.
Namun, di tengah pernyataan tersebut, keresahan orangtua belum juga mereda. Mereka berharap tindak lanjut yang nyata, bukan sekadar prosedur formal yang berujung tanpa hasil.
Pengalaman sebelumnya membuat mereka tak ingin lagi sekadar diberi harapan.
Bagi para orangtua, ini bukan hanya soal kebijakan sekolah atau administrasi semata.
Ini tentang lingkungan pendidikan yang seharusnya bersih, transparan, dan berpihak pada siswa. Ketika kepercayaan dan keterbukaan mulai dipertanyakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi sekolah, tetapi juga masa depan anak-anak.
Kasus ini menjadi cermin bahwa dunia pendidikan di cianjur masih menyimpan pekerjaan rumah yang tak sedikit. Transparansi bukan pilihan, melainkan keharusan. Komunikasi bukan formalitas, melainkan jembatan kepercayaan.
Dan jika benar ada praktik Dugan yang menyimpang di balik pengelolaan dana pendidikan, maka publik berhak tahu.
Sebab pendidikan bukan ladang kepentingan, melainkan amanah yang tak boleh diselewengkan.** Deri Lesmana**
Posting Komentar untuk "Ortu Siswa Geruduk Kantor Kordik!! Minta Kepsek SDN BBC 1 Dicopot "