Prihatin, Anggi Penyandang disabilitas Bawaan Yang Tinggal Bersama Kakek-Neneknya Hidup dirumah Panggung Bilik Yang Akan Roboh
Cianjur ll Wartapolitan - Sangat memprihatikan Anggi Suherman seorang Pemuda yang menyandang disabilitas Bawaan warga kampung Sarongge, RT 005/007, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur yang Hidup bersama Kakek-neneknya tinggal di rumah panggung bilik yang mau roboh.
Siapa sangka, di balik raganya yang terbatas, Anggi menyimpan luka batin yang mendalam. Ia adalah buah cinta dari pasangan Sanudin dan almarhumah Enah. Namun, sejak ibunda tercinta berpulang ke rahmatullah, dunia Anggi serasa runtuh. Sang ayah yang kemudian menikah lagi, membuat Anggi harus merelakan dirinya tak lagi memiliki tempat di rumah sendiri.
"Setelah ibunya meninggal dunia dan bapak menikah lagi, Anggi tinggal sama saya," ujar seorang nenek renta dengan suara bergetar, matanya sembab menahan haru saat menceritakan kondisi cucunya.
Anggi kini hanya memiliki sandaran hidup dari kedua kakek dan neneknya yang sudah renta dan termakan usia. Mereka tinggal berdesakan di sebuah rumah bilik panggung yang kondisinya sangat memperihatinkan. Dinding bambu yang sudah lapuk, lantai papan yang reot, dan atap yang bocor di sana-sini, seakan menjadi saksi bisu perjuangan keluarga kecil ini melawan kerasnya hidup.
Di usianya yang sudah senja, kakek dan nenek Anggi tak pantang menyerah. Demi mengisi perut yang keroncongan, lelaki tua itu masih tegar memikul cangkul menjadi kuli tani. Itu pun hanya jika ada tetangga atau warga yang membutuhkan tenaganya. Penghasilan tak menentu, kadang ada, kadang tiada. Hari-hari mereka lalui dengan keprihatinan yang begitu dalam.
Perekonomian keluarga yang tak layak, ditambah kondisi Anggi yang tak bisa leluasa bergerak karena keterbatasan fisiknya, menjadikan hidup mereka jauh dari kata cukup. Tak jarang, mereka harus menahan lapar atau makan sekadarnya.
Di tengah keheningan kampung, di balik dinding bilik yang hampir roboh, Anggi dan kakek-neneknya berjuang bertahan. Mereka adalah potret pilu negeri ini yang masih tersembunyi.
Kisah Anggi adalah panggilan nurani. Di balik senyum kecutnya, tersimpan harapan besar agar ada uluran tangan para dermawan yang mau menjenguk dan meringankan beban hidupnya.
Bagi dermawan yang ingin berbagi rezeki, sedikit bantuan akan sangat berarti bagi keluarga ini. Rumah bilik panggung di Kampung Sarongge RT 005/007, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Cianjur, kini menjadi saksi bisu perjuangan mereka melawan keterbatasan. Semoga ada malaikat kecil yang turun tangan membawa keajaiban bagi Anggi. (Red02)
Posting Komentar untuk "Prihatin, Anggi Penyandang disabilitas Bawaan Yang Tinggal Bersama Kakek-Neneknya Hidup dirumah Panggung Bilik Yang Akan Roboh "