Sanggar Seni Binangkit di Cipanas " Cetak Penari-Penari Berprestasi".
CIANJUR ll Wartapolitan.com - Sanggar Seni Sunda Binangkit yang beralamat di Kampung Neglasari, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus eksis melestarikan kesenian Sunda. Sanggar ini telah berdiri sejak tahun 2001 dan kini genap berusia 25 tahun.
Pendiri sekaligus pemilik sanggar, Lilis Heryani,S.Pd., mengatakan, sanggar ini lahir dari kecintaan pada seni dan budaya Sunda. Misi awalnya sederhana, agar anak-anak lebih menghargai dan melestarikan kebudayaannya sendiri.
"Motivasinya karena kita senang dengan tarian, senang dengan seni budaya. Ingin mengembangkan supaya anak-anak lebih menghargai, melestarikan kebudayaan Indonesia," ujar Lilis.
Saat ini, jumlah siswa aktif di Sanggar Binangkit mencapai lebih dari 200 orang. Usia termuda mulai 4 hingga 5 tahun. Untuk kelas dewasa, latihan digelar setiap Jumat, sementara kelas anak-anak dan pemula berlangsung setiap Sabtu dan Minggu.
Terkait biaya, siswa yang ingin bergabung dikenakan biaya pendaftaran untuk pembelian seragam latihan seperti kaos, stagen, dan selendang.
Untuk dukungan pemerintah, sanggar sudah dua kali mendapat bantuan berupa alat musik kecapi dan gamelan perunggu dari kementerian, serta bantuan kostum dalam jumlah terbatas.
Namun, kendala utama sanggar hingga kini belum memiliki gedung sendiri dan masih menyewa bangunan dengan biaya Rp 6 juta per tahun, sementara jumlah murid terus bertambah dan ruang latihan semakin terbatas.
"Kita nggak punya bangunan, di sini kita sewa. Satu tahun itu enam juta. Mudah-mudahan dengan adanya ini ada pemerintah yang mendengar, kita ingin dibuatkan gedung untuk pelatihan karena murid banyak gedung terbatas. Agar lebih memperhatikan, lihatlah kami, kami pencinta seni ingin diperhatikan," pungkas Lilis.
Pelatih utama Sanggar Seni Sunda Binangkit, Rismawan Giri Santoso, mengungkapkan, tantangan terbesar ada di tingkat pemula. Melatih tari di sanggar, menurutnya, jauh berbeda dengan pembelajaran seni di sekolah formal.
Pelatihan di Binangkit menekankan tiga unsur utama dalam tari Sunda: wiraga (gerak tubuh), wirama (irama), dan wirasa (penghayatan rasa).
"Kesulitan itu ada di tingkatan pemula. Karena pelatihan tari dengan pembelajaran di sekolah itu tentunya berbeda," kata Rismawan.
Ia menjelaskan, setiap anak memiliki karakter berbeda. Tugas pelatih bukan hanya membuat anak hafal gerakan, tetapi juga memastikan tari itu hidup dan memiliki rasa.
Hasil pembinaan yang konsisten itu membuahkan prestasi. Salah satunya adalah Rd. Ageng Dwi Sri Puan, penari yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Sudah 5 tahun bergabung di Binangkit, Ageng bersama rekan-rekannya telah meraih juara di tingkat kabupaten hingga Provinsi Jawa Barat.
"Yang paling menyenangkan di sini pengalamannya bisa nari, terus bisa ikut lomba-lomba ke mana saja, bisa jalan-jalan ke mana saja," ujarnya dengan antusias.** Abah Dri**
Posting Komentar untuk "Sanggar Seni Binangkit di Cipanas " Cetak Penari-Penari Berprestasi"."