Musim Kemarau Picu Gangguan Listrik, PLN Tanggeung Kerahkan 40–50 Personel
CIANJUR // Wartapolitan.com, Selasa 8/9/2026. Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Cianjur Selatan masih menghadapi potensi gangguan pasokan listrik.
Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan sumber pembangkit serta gangguan jaringan yang disebabkan faktor alam dan hewan.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanggeung, Egi Kusmira Frayogi, mengatakan kondisi kelistrikan di wilayah Cianjur Selatan masih bergantung pada pasokan dari Gardu Induk (GI) Patuha yang berada di wilayah Soreang.
Menurutnya, musim kemarau turut berdampak terhadap kemampuan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dalam menghasilkan daya secara maksimal. Kondisi tersebut membuat PLN perlu melakukan manuver jaringan agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap dapat dipertahankan.
“Dengan kondisi kemarau, pembangkit listrik tenaga mikrohidro tidak bisa dimaksimalkan pembangkit dayanya. Sehingga diperlukan manuver jaringan agar masyarakat tetap bisa menikmati kondisi listrik yang standar,” ujar Egi.
Selain faktor pembangkit, gangguan listrik juga kerap terjadi akibat hewan yang masuk ke jaringan listrik. Menurut Egi,
kondisi hutan yang minim sumber makanan pada musim kemarau membuat hewan mencari jalur baru dan berpotensi masuk ke area jaringan listrik.
Beberapa wilayah yang dinilai rawan gangguan di antaranya Cibinong, Agrabinta, dan Cimaskara.
Untuk mengantisipasi gangguan tersebut, PLN telah melakukan pemasangan proteksi terhadap hewan pada sejumlah titik jaringan.
Langkah itu dilakukan untuk menekan frekuensi gangguan sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik.
PLN ULP Tanggeung juga melakukan pemeliharaan jaringan secara intensif. Salah satunya dilaksanakan di wilayah Kecamatan Cibinong dengan melakukan pemeriksaan jaringan, pemasangan proteksi hewan serta pemangkasan pepohonan yang sudah mendekati jaringan listrik.
“Ketika ada gangguan di Cibinong, dampaknya bisa sampai ke Leles dan Agrabinta mengalami pemadaman. Maka hari ini kami melakukan pemeliharaan gabungan untuk mengantisipasi gangguan dari hewan maupun pepohonan,” jelasnya.
Kerahkan 40–50 Personel
Untuk kegiatan pemeliharaan gabungan tersebut, PLN melibatkan personel dari seluruh posko yang berada di bawah ULP Tanggeung.
Egi menyebut terdapat sekitar 10 posko, dengan masing-masing posko mengerahkan sekitar empat personel. Dengan demikian, total personel yang diterjunkan mencapai sekitar 40 hingga 50 orang.
“Seluruh unit dari setiap posko kita libatkan. Ada 10 posko, dan per posko sekitar empat orang. Jadi kurang lebih 40 sampai 50 personel kita turunkan,” katanya.
Kegiatan pemeliharaan gabungan tersebut dilaksanakan pada Selasa.
Namun, pemeliharaan jaringan tidak hanya dilakukan dalam kegiatan gabungan, melainkan menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari oleh masing-masing posko.
“Untuk kegiatan gabungan dilakukan hari ini saja. Kemudian rutinitas setiap hari, kegiatan pemeliharaan dari masing-masing posko terus kita lakukan secara bertahap, per segmen gangguan dan per segmen jaringan listrik,” pungkas Egi.
PLN berharap langkah tersebut dapat meminimalisir gangguan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Cianjur Selatan selama musim kemarau.** Rahmat Effendi**
Posting Komentar untuk "Musim Kemarau Picu Gangguan Listrik, PLN Tanggeung Kerahkan 40–50 Personel"