Resitsl Angklung 3 DPPAI, Sapa Warga Berbasis Budaya Bersama Dr. H. Tom Maskun


CIANJUR ll Wartapolitan.com -Sawargi Angklung Saharung Warga, Sajaring Aspirasi, Seirama Angklung, Sehati Sejalan Aspirasi. Ngamumule Budaya Sunda Piken Cianjur Asri Jeung Berkelas. Tujuan Kegiatan Umum Mempererat Tali Silaturahmi, Melalui Media Seni Budaya Sunda Sebagai Sarana Komunikasi dan Aspirasi. Bertempat Gedung Aasakinah Jl. Kh, Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat. Sabtu (4/7/2026).kemarin.

Sekertaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perhimpunan Pusat (DPP) Penggiat Angklung Dr. Gunawan Undang mengatakan. Yang pertama ini resital angklung ke 3 Kabupaten Cianjur, dalam hal acara tersebut ini merupakan tindak lanjut slresital ke satu dan ke dua.

"Resital ini adalah salah satu persaratan bagi peserta training off sainer instruktur. Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Penggiat Angklung Indonesia (DPPAI) mengadakan program pelatihan instuktrul ini, kami menjadikan Cianjur sebagai salah satu percontohan tersebut," terangnya.

Mengapa hal tersebut yang pertama dari aspek regulasi International. Bahwa angklung sudah menjadi warisan budaya tak gendang oleh unit Unisco, ini adalah salah satu kebijakan yang sudah barang tentu bukan kebijakan kita sebagai masyarakat. Akan tetapi kewajiban Pemerintahan jugaItu kebijakan Unisco yang ke satu. 

"Kedua sekarang belum ada undang-undang (UU) khusus yang melindungi tentang Angklung. Padahal sudah gau international, seharusnya ada. Baik untuk kebijakan atau regulasi soal angklung, namun sampai sekarang belum ada. Nah bagaimana cara upaya Dewan Pimpinan Pusat Angklung Indonesia," jelasnya.

DPPAI itu harus mengadakan M'o'u dengan Pemerintahan Kabupaten Cianjur, jadi harus sudah ada payung hukumnya. Nah makanya ini harus sudah ada M'o'unya antara kami itu dengan (Disdik) Dinas Pendidikan, karna liding sektornya ada di Dinas Pendidikan. Mengapa demikian angklung, selain yang diamanatkan oleh Unisco, memang nilai-nilai angklung itu, yang sangat mendidik.

"Pertama itu misalnya ada instruktur, atau kondakter. Maka peserta harus memainkan Du jangan Re, kalau Re, akan paklinglung. Kemudian juga pemain atau peserta ada yang memainkan menggetarkan Du, baik yang Re atau Mi, bahwa angklung ini ada nilai-nilai saling menghargai,

Kemudian juga tanggung jawab, yang sudah kami sampaikan tadi tentang megenirial yang tadi bukan ringan namun berat juga. Kalau terjadinya semakin membaik, maka terjadilah harmonisnya soal angklung," tungkas Gunawan Undang.

Harapan Resital Angklung agenda rutin 3 bulanan. Jadi ikon wisata budaya selain Gunung Gede dan Curug. Anggaran Kesenian Naik, Dari hasil resital ini, ada alokasi dana khusus dari Provinsi untuk 100 sanggar angklung dan pelatihan guru seni di Cianjur. Lahir Generasi Pejuang Budaya 5 tahun lagi muncul musisi, dalang, dan seniman angklung Cianjur yang go nasional. Berangkatnya dari panggung Resital Angklung 3 ini.

"Dan bisa Cianjur Berkelas karena Berbudaya, Harapan paling tinggi, Cianjur dikenal bukan cuma karena pertaniannya, tapi karena warganya berbudaya, beradab, dan guyub. Slogan Ku Angklung Urang Saharung. Ku Budaya Cianjur Kadepayun. Dengan Angklung Kita Sehati. Dengan Budaya Cianjur Maju ke Depan," tandasnya.** Dedinar**

Posting Komentar untuk "Resitsl Angklung 3 DPPAI, Sapa Warga Berbasis Budaya Bersama Dr. H. Tom Maskun"